Membuat DataBase dan Tabel pada Apache 2.4.2 Untuk PHP

Apakah anda sering bermain dengan PHP? Apakah anda sering mendengar atau bahkan menggunakan software Apache sebagai DataBase pada PHP? Kalau anda sudah sering menggunakan maka tidak ada salahnya kita berbagi ilmu kepada teman-teman kita. Kalau anda belum pernah sama sekali ayo kita sama-sama mempelajari bagaimana cara membuat DataBase dan Tabel pada software DataBase ini.

Hal yang pertama kali yang harus anda miliki adalah software Apache yang sudah terinstall pada komputer anda. Kalau anda belum punya aplikasinya, bisa di download di om GOOGLE dengan memasukkan kata kunci “Download Apache” maka anda akan bisa mendownload software Apache-nya.

Nah apabila anda sudah mempunyai software Apache maka sekarang kita pelajari bagaimana cara membuat DataBase dan Tabel pada Apache tersebut.

1. Jalankan aplikasi Apache anda dengan cara masuk ke Start > All Program > AppServ > Apache Control Server > Start.

2. Setelah Apache dijalankan, maka anda harus mengecek apakah Apache anda sudah betul-betul jalan atau tidak dengan cara masuk ke jendela Internet Explorer dan ketikkan perintah “Localhost”. Perhatikan gambar berikut ini :

3. Apabila Apache anda sudah jalan maka setelah mengetikkan localhost akan tampil halaman apache seperti gambar berikut ini :

4. Nah setelah tampil halaman seperti gambar diatas berarti Apache anda sudah berjalan. Sekarang saatnya membuat DataBase dan Tabel untuk project kita kali ini.

5. Untuk membuat DataBase dan Tabel pada Apache ada dua cara yang bisa dilakukan.

a. Klik Link phpMyAdmin Database Manager Version 2.6.0-pl2. Perhatikan gambar berikut :

b. Kalau anda tidak mau menggunakan cara diatas maka gunakan cara ini. Ketikkan langsung pada Address bar disamping localhost-nya “phpMyAdmin”. Perhatikan gambar berikut :

6. Kalau sudah maka akan tampil halaman untuk membuat DataBase dan Tabel seperti gambar berikut ini :

Pada gambar diatas terdapat kotak untuk mengisi Nama DataBase anda kemudian klik tombol Create. Apache yang saya gunakan menggunakan bahasa Inggris. Kalau anda ingin mengunakan bahasa Indonesia maka tinggal diganti pada bagian Language sebelah kanan.

7. Setelah anda meng-klik tombol Create maka akan tampil gambar seperti ini :

8. Kemudian akan tampil halaman seperti gambar berikut. Nah disini anda memasukkan field-field tabel anda. Perhatikan gambar :

9. Setelah selesai maka akan tampil gambar seperti ini yang menandakan bahwa anda sudah berhasil membuat tabel pada Database Apache.

Selamat anda sudah mempunyai satu tabel pegawai yang bisa anda gunakan pada pemrograman PHP. Selamat mencoba.

Diterbitkan di: on Juli 31, 2008 at 12:32 pm Tinggalkan sebuah Komentar

MiKroTik

Tutorial Mikrotik

Langkah-langkah berikut adalah dasar-dasar setup mikrotik yang dikonfigurasikan untuk jaringan
sederhana sebagai gateway server.

1. Langkah pertama adalah install Mikrotik RouterOS pada PC atau pasang DOM.

2. Login Pada Mikrotik Routers melalui console :
MikroTik v2.9.7
Login: admin <enter>
Password: (kosongkan) <enter>

Sampai langkah ini kita sudah bisa masuk pada mesin Mikrotik. User default adalah admin
dan tanpa password, tinggal ketik admin kemudian tekan tombol enter.

3. Untuk keamanan ganti password default
[admin@Mikrotik] > password
old password: *****
new password: *****
retype new password: *****
[admin@ Mikrotik]] >

4. Mengganti nama Mikrotik Router, pada langkah ini nama server akan diganti menjadi “XAVIERO” (nama ini sih bebas2 aja mo diganti)
[admin@Mikrotik] > system identity set name=XAVIERO
[admin@XAVIERO] >

5. Melihat interface pada Mikrotik Router
[admin@XAVIERO] > interface print
Flags: X – disabled, D – dynamic, R – running
# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU
0 R ether1 ether 0 0 1500
1 R ether2 ether 0 0 1500
[admin@XAVIERO] >

6. Memberikan IP address pada interface Mikrotik. Misalkan ether1 akan kita gunakan untuk koneksi ke Internet dengan IP 192.168.0.1 dan ether2 akan kita gunakan untuk network local kita dengan IP 172.16.0.1

[admin@XAVIERO] > ip address add address=192.168.0.1
netmask=255.255.255.0 interface=ether1
[admin@XAVIERO] > ip address add address=172.16.0.1
netmask=255.255.255.0 interface=ether2

7. Melihat konfigurasi IP address yang sudah kita berikan
[admin@XAVIERO] >ip address print
Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic
# ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE
0 192.168.0.1/24 192.168.0.0 192.168.0.63 ether1
1 172.16.0.1/24 172.16.0.0 172.16.0.255 ether2
[admin@XAVIERO] >

8. Memberikan default Gateway, diasumsikan gateway untuk koneksi internet adalah 192.168.0.254
[admin@XAVIERO] > /ip route add gateway=192.168.0.254

9. Melihat Tabel routing pada Mikrotik Routers
[admin@XAVIERO] > ip route print
Flags: X – disabled, A – active, D – dynamic,
C – connect, S – static, r – rip, b – bgp, o – ospf
# DST-ADDRESS PREFSRC G GATEWAY DISTANCE INTERFACE
0 ADC 172.16.0.0/24 172.16.0.1 ether2
1 ADC 192.168.0.0/26 192.168.0.1 ether1
2 A S 0.0.0.0/0 r 192.168.0.254 ether1
[admin@XAVIERO] >

10. Tes Ping ke Gateway untuk memastikan konfigurasi sudah benar
[admin@XAVIERO] > ping 192.168.0.254
192.168.0.254 64 byte ping: ttl=64 time<1 ms
192.168.0.254 64 byte ping: ttl=64 time<1 ms
2 packets transmitted, 2 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 0/0.0/0 ms
[admin@XAVIERO] >

11. Setup DNS pada Mikrotik Routers
[admin@XAVIERO] > ip dns set primary-dns=192.168.0.10 allow-remoterequests=no
[admin@XAVIERO] > ip dns set secondary-dns=192.168.0.11 allow-remoterequests=no

12. Melihat konfigurasi DNS
[admin@XAVIERO] > ip dns print
primary-dns: 192.168.0.10
secondary-dns: 192.168.0.11
allow-remote-requests: no
cache-size: 2048KiB
cache-max-ttl: 1w
cache-used: 16KiB
[admin@XAVIERO] >

13. Tes untuk akses domain, misalnya dengan ping nama domain
[admin@XAVIERO] > ping yahoo.com
216.109.112.135 64 byte ping: ttl=48 time=250 ms
10 packets transmitted, 10 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 571/571.0/571 ms
[admin@XAVIERO] >

Jika sudah berhasil reply berarti seting DNS sudah benar.

14. Setup Masquerading, Jika Mikrotik akan kita pergunakan sebagai gateway server maka agar client computer pada network dapat terkoneksi ke internet perlu kita masquerading.
[admin@XAVIERO]> ip firewall nat add action=masquerade outinterface=
ether1 chain:srcnat
[admin@XAVIERO] >

15. Melihat konfigurasi Masquerading
[admin@XAVIERO]ip firewall nat print
Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic
0 chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade
[admin@XAVIERO] >

Setelah langkah ini bisa dilakukan pemeriksaan untuk koneksi dari jaringan local. Dan jika berhasil berarti kita sudah berhasil melakukan instalasi Mikrotik Router sebagai Gateway server. Setelah terkoneksi dengan jaringan Mikrotik dapat dimanage menggunakan WinBox
yang bisa di download dari Mikrotik.com atau dari server mikrotik kita.

Misal Ip address server
mikrotik kita 192.168.0.1, via browser buka http://192.168.0.1 dan download WinBox dari situ.
Jika kita menginginkan client mendapatkan IP address secara otomatis maka perlu kita setup dhcp server pada Mikrotik. Berikut langkah-langkahnya :

1.Buat IP address pool
/ip pool add name=dhcp-pool ranges=172.16.0.10-172.16.0.20

2. Tambahkan DHCP Network dan gatewaynya yang akan didistribusikan ke client Pada contoh ini networknya adalah 172.16.0.0/24 dan gatewaynya 172.16.0.1
/ip dhcp-server network add address=172.16.0.0/24 gateway=172.16.0.1

3. Tambahkan DHCP Server ( pada contoh ini dhcp diterapkan pada interface ether2 )
/ip dhcp-server add interface=ether2 address-pool=dhcp-pool

4. Lihat status DHCP server
[admin@XAVIERO]> ip dhcp-server print
Flags: X – disabled, I – invalid
# NAME INTERFACE RELAY ADDRESS-POOL LEASE-TIME ADD-ARP
0 X dhcp1 ether2
Tanda X menyatakan bahwa DHCP server belum enable maka perlu dienablekan terlebih dahulu pada langkah 5.

5. Jangan Lupa dibuat enable dulu dhcp servernya
/ip dhcp-server enable 0

kemudian cek kembali dhcp-server seperti langkah 4, jika tanda X sudah tidak ada berarti sudah aktif.

6. Tes Dari client
c:\>ping www.yahoo.com

untuk bandwith controller, bisa dengan sistem simple queue ataupun bisa dengan mangle
[admin@XAVIERO] queue simple> add name=Komputer01
interface=ether2 target-address=172.16.0.1/24 max-limit=65536/131072
[admin@XAVIERO] queue simple> add name=Komputer02
interface=ether2 target-address=172.16.0.2/24 max-limit=65536/131072
dan seterusnya…

Entri ini ditulis oleh Yoyok Riawan dan dikirimkan oleh Juli 13, 2007 at 2:46 pm dan disimpan di bawah Mikrotik, Networking. Tandai permalink. Telusuri setiap komentar di sini dengan RSS feed kiriman ini. Tulis komen atau tinggalkan trackback: URL Trackback.

« SETTING MICROTIK

Hak akses root dengan sudo »

Diterbitkan di: on Juli 29, 2008 at 12:40 pm Komentar (1)

Statment Koneksi ke phpmyadmin

MySQL merupakan salah satu DBMS open source yang paling populer pada saat ini. Meskipun dahulu MySQL pernah dikritisi karena tidak memiliki beberapa fitur yang ada dalam DBMS pada umumnya, namun saat ini MySQL sudah banyak dikembangkan.

Koneksi PHP ke MySQL

Sebelum kita melakukan koneksi ke MySQL ada beberapa parameter yang harus kita ketahui terlebih dahulu. Untuk melakukan koneksi, dibutuhkan:

- Server name, merupakan nama server atau no. IP server dimana MySQL tersebut diinstall
- Username, merupakan nama user yang diberikan wewenang untuk mengakses database dalam MySQL
- Password, merupakan password yang dimiliki username dalam rangka autentifikasi.
- Database name, merupakan nama database dalam MySQL yang ingin kita akses.

Untuk memperoleh informasi parameter di atas, dapat menghubungi server administrator. Sedangkan perintah PHP untuk melakukan koneksi ke MySQL adalah
<?php
mysql_connect(“nama server”, “username”, “password”) or die(mysql_error());
echo “Koneksi ke MySQL Sukses<br>”;
(lagi…)

Diterbitkan di: on Juli 24, 2008 at 11:08 am Tinggalkan sebuah Komentar