website desain

07

Koneksi Database MySQLTerkait dengan tampilan cPanel 11 X3 theme yang bagi sebagian masih sedikit membingungkan, kali ini kami membahas cara membuat database di server. Langkah pertama tentunya adalah masuk ke cPanel dulu, silahkan login dengan username dan password yang telah kami berikan sebelumnya. Pilih menu atau icon MySQL Database seperti yang terlihat di bawah.

Anda akan diarahkan ke halaman baru, yaitu halaman MySQL Database. Silahkan Anda membuat database pada form Create New Database, misalnya anda membuat database “blog”. Setelah itu silahkan buat user untuk database pada form Add New User, masukan user database yang diinginkan, misalnya “root” dan password “root01″. Karena layanan hosting yang Anda gunakan adalah shared hosting yang artinya dalam satu server digunakan secara bersama-sama dengan user lain, maka untuk membedakan antara user satu dengan yang lainnya, nama database dan user yang telah dibuat akan diawali dengan user cPanel misalnya nama database menjadi “dhyar_blog” dan untuk databasenya menjadi “dhyar_root”.

Setelah membuat database dan user database, langkah selanjutnya adalah menghubungkan antara database dan usernya. Silahkan scrol kebawah lagi cpanel Anda. Anda akan menemukan bagian Add User to Database, disana terdapat menu dropdown nama database dan user database. Silahkan Anda pilih “dhyar_blog” dan dibagian user pilih “dhyar_root” lalu klik tombol submit.

Anda akan diarahkan ke halaman berikutnya, yaitu Manage User Privilage(hak akses untuk user yang dihubungkan). Yang perlu Anda lakukan adalah mencentang checkbox All Privilage(semua centang) Lalu Klik Make Change

setelah itu klik Go Back. Database Anda telah terbuat🙂.

MySQL merupakan salah satu database yang dapat digunakan untuk penyimpanan data pada website anda. Koneksi dari bahasa pemrograman web (baca: PHP) yang anda gunakan ke MySQL database menjadi langkah awal yang sangat penting dilakukan.
berikut sintax untuk melakukan koneksi ke MySQL database dari PHP.

mysql_connect (”namahost”,”mysql_username_yang_digunakan”,”password_dari_username”);

Jika MySQL berada pada server lokal, (dengan kata lain, ada di website anda sendiri), maka namahost yang digunakan adalah localhost

berarti sintax yang anda gunakan adalah:

mysql_connect(”localhost”,”mysql_username_yang_digunakan”,”password_dari_username”);

Lalu, kenapa saya tidak bisa melakukan koneksi ke database begitu semua file sudah di upload ke website?

Jika anda membuat website di komputer lokal, bisa jadi username dan password MySQL yang anda gunakan berbeda dengan username dan password MySQL yang digunakan pada website anda.

Untuk itu, silahkan anda cek dulu username dan password yang ada di website.
langkah-langkahnya:

  • Login ke CPanel anda, ( http://domainanda/cpanel atau http://cpanel.domainanda
  • Pilih Menu MySQL
  • mysql
    Menu MySQL

  • Jika anda belum memiliki username dan password MySQL di website anda, maka anda dapat meng-create nya terlebih dahulu
  • username dan password
    isikan username dan password yang akan anda buat. Harap diingat password yang baru saja anda buat.

  • Buat nama database anda
  • add db
    Nama databasenya dibuat persis sama dengan nama database yang telah anda buat dikomputer lokal, supaya anda tidak perlu repot lagi untuk mengedit konfigurasi pada sintax mysql_select_db(”namadatabase”);

  • Tambahkan user yang telah anda buat, ke database baru anda
  • tambah ke db

Setelah semuanya selesai, anda tinggal mengubah konfigurasi untuk melakukan koneksi ke MySQL dari PHP. Gunakan username dan password yang baru saja anda create.

  • Catatan: jika anda membuat username “saya”, maka tambahkan username sebelum username database ada pada konfigurasi di PHP.
  • contoh: misalkan username cpanel anda adalah “xxx” dan username database yang baru anda create adalah “saya”, maka secara otomatis username MySQL anda akan dibuat menjadi “xxx_saya” (usernameCPanel_usernameMySQL)

  • Setelah semuanya selesai, anda tinggal melakukan proses upload database
  • Jika anda belum mengerti caranya, silahkan baca artikel cara meng-upload mySQL database


Themplate

Web template memudahkan kita membuat website dengan hanya beberapa disain web layout untuk banyak tampilan content web. Kenapa sedikit layout untuk banyak tampilan? Hal ini untuk memudahkan disain ulang web, jadi hanya beberapa layout saja yang perlu dirubah. Sekaligus dengan mekanisme template, sebuah website akan mudah dipelajari, karena kode program (PHP) dan disain layout web (HTML, JavaScript, dan CSS) dipisahkan, atau tidak dijadikan satu file atau bagian.

Kenapa tanpa Table? Biasanya seseorang akan lebih mudah memuat layout website dengan menggunakan table, karena memudahkan pada saat disain dan pengelolaan. Misalnya:

HTML:

  1. <table width=“400” cellspacing=“0” cellpadding=“0” border=“0” align=“center”>
  2. <td colspan=“3”>
  3. <table width=“100%” cellspacing=“0” cellpadding=“5” border=“0”>
  4. <td><strong>#JUDUL_WEBSITE#</strong></td>
  5. </tr>
  6. <div align=“right”>HOME | FAQ | CONTACT | SITEMAP</div>
  7. </td>
  8. </tr>
  9. </table>
  10. </td>
  11. </tr>
  12. <table width=“100%” cellspacing=“0” cellpadding=“5” border=“0”>
  13. <td>#BLOCK_KIRI#</td>
  14. </tr>
  15. </table>
  16. </td>
  17. <table width=“100%” cellspacing=“0” cellpadding=“5” border=“0”>
  18. <td>#CONTENT#</td>
  19. </tr>
  20. </table>
  21. </td>
  22. <table width=“100%” cellspacing=“0” cellpadding=“5” border=“0”>
  23. <td>#BLOCK_KANAN#</td>
  24. </tr>
  25. </table>
  26. </td>
  27. </tr>
  28. <td colspan=“3”>
  29. <table width=“100%” cellspacing=“0” cellpadding=“5” border=“0”>
  30. <div align=“center”>© 2006 Web Programmer. All Rights Reserved.</div>
  31. </td>
  32. </tr>
  33. </table>
  34. </td>
  35. </tr>
  36. </table>

Kode program diatas adalah contoh layout website yang digunakan template dengan menggunakan table sebagai pengaturan tata letak content. Coba perhatikan kode program yang menggunakan tanda #…# sebagai awalan dan akhiran. Tanda tersebut menunjukkan bahwa itu adalah variable template, yang nanti akan diisi dengan content website. Misalnya #JUDUL_WEBSITE#, ini akan diisi dengan judul dari website, kemudian #BLOCK_KIRI# akan diisi dengan semua content yang nanti akan diisikan di area sebelah kiri, dan seterusnya.

Yang akan kita buat adalah template web yang tidak menggunakan table, melainkan dengan menggunakan tag-tag layer, yaitu DIV. Kenapa div? Karena ini akan memudahkan search engine menemukan website anda dan menyimpannya di cache search engine. Dan tentu saja byte HTML yang akan dimuat oleh browser menjadi lebih sedikit dibandingkan dengan TABLE.

Bagaimana untuk membuat web template tanpa table ini? Bersambung …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s